Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

AKTIVIS PALIBELO SOROT PENYALURAN MBG DI SPPG KASMIR, DIDUGA TIDAK MEMENUHI STANDAR GIZI NASIONAL

Senin, 09 Februari 2026 | Februari 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-10T03:10:03Z


 
Palibelo, Kabupaten Bima, Sinarntb.com 09 Februari 2026 – Sejumlah aktivis dari wilayah Palibelo mengangkat suara terkait penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Suplemen Pangan dan Pemberian Gizi (SPPG) Kasmir, Desa Bre, Kecamatan Palibelo. Aktivis menduga bahwa makanan yang disalurkan tidak memenuhi standar gizi nasional yang telah ditetapkan.
 
Menurut pernyataan aktivis, hasil pantauan yang dilakukan selama beberapa minggu terakhir menunjukkan bahwa komposisi makanan yang diberikan kepada peserta didik belum sesuai dengan ketentuan. Beberapa komponen penting seperti protein hewani, sayuran beragam warna, dan sumber serat tampaknya kurang terpenuhi dalam setiap porsi yang disajikan.
 
"Ada kekhawatiran besar terkait dampak yang mungkin terjadi pada kesehatan dan perkembangan anak-anak jika hal ini dibiarkan berlanjut. Kami telah mengumpulkan data dan bukti terkait kondisi ini, dan akan segera melaporkannya ke pihak gizi nasional," ujar salah satu aktivis yang tidak ingin disebutkan namanya.
 
Selain melaporkan ke instansi terkait, aktivis juga mendesak agar izin operasional penyalur MBG di SPPG Kasmir segera dicabut sampai seluruh permasalahan dapat diselesaikan dan sistem penyaluran dapat memenuhi standar yang berlaku.
 
Lebih lanjut, aktivis menilai masalah ini sebagai bentuk kegagalan kepala Suplemen Pangan dan Pemberian Gizi (SPPG) dalam menjalankan tugasnya. "Dalam program Makan Bergizi Gratis, SPPG berfungsi untuk meningkatkan kualitas dan nilai gizi makanan yang diberikan kepada siswa, sehingga mereka mendapatkan asupan gizi yang seimbang dan bergizi. Namun, kondisi yang ditemukan menunjukkan bahwa hal ini belum tercapai," tambah aktivis tersebut.
 
Kepala SPPG Kasmir saat ini belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran standar gizi tersebut. Pihak dinas pendidikan dan kesehatan Kabupaten Bima juga belum memberikan tanggapan resmi terkait isu yang muncul ini.

Red
×
Berita Terbaru Update