Notification

×

Iklan

Iklan

Rektor Universitas Mataram; Memimpin Dengan Otot Bukan Otak

Rabu, 21 Juni 2023 | Juni 21, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-06-21T11:06:29Z


Mataram, sinarntb.com - Pada Rabu (21/06/2023). Alumni Universitas Mataram, David Putra, menyesalkan bahwa Rektor Universitas Mataram kembali melakukan pembiaran terhadap satpam kampus yang melakukan tindakan kekerasan terhadap aliansi mahasiswa Universitas Mataram (UNRAM) pada Selasa (20/06/2023).

"Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa tersebut menuntut beberapa kejelasan terhadap kebijakan Rektor yang menaikan biaya pendaftaran Jalur Mandiri 2023 bagi calon mahasiswa baru yang semulanya Rp.250.000 kini naik menjadi Rp.500.000, oleh karna itu, para demonstran menanyakan hal tersebut kepada pihak kampus."

Kata dia, Namun kendati demikian, bukan tindakan yang terbuka yang dihadirkan oleh pihak kampus, justru malah mengintimidasi mahasiswa bahkan sempat mengajak beberapa mahasiswa bergelut denganya pada saat sebelum aksi masa.

"Padahal, kebijakan terhadap pendaftaran calon mahasiswa baru itu tidak mempunyai legitimasi hukum yang jelas, bahkan juknas juknis tersebut tidak ada sama sekali."

Lanjut dia, dilangsir dari Ntbpos.com, Rektor Universitas Mataram tersebut justru malah asik karaokean di Gedung Auditorium Yusuf Abubakar Universitas Mataram ketika sengit sengitnya pembantaian yang dilakukan oleh satpam Unram terhadap masa aksi.

"Ini adalah anomali pendidikan kita hari ini, kebijakan yang salah justru dipertahankan dengan gaya diktator bukan malah membuka kerang demokrasi. Padahal, UNRAM menyandang kampus terbaik satu (1) di NTB".

Biaya elit fasiltas sulit yang di gambarkan masa aksi melalui tuntutan tersebut itu adalah kebenaran, setiap tahun bahkan terjadi perombakan kebijakan yang tidak manusiawi dan malah mengenyampingkan sara dan prasarana kampus. Padahal, kegiatan belajar mengajar tersebut sarat utamanya ialah terpenuhinya fasilitas yang baik dan nyaman.

"Sikap rektor yang tidak manusiawi tersebut sangat disayangkan, padahal beliau adalah profesor. Kapasitas keilmuannya tidak diragukan lagi. Kebijaksanaan yang melampaui kebenaran mesti selalu menjadi prinsip seorang profesor dalam memimpin dengan pengetahuan di Universitas Mataram. Bukan malah kebalikan, seperti preman hanya melakukan pembantaian terhadap mahasiswanya sendirisendiri".

Sementara itu, ia menilai dalam tayangan Video yang beredar di media sosial beberapa oknum satpam diduga melakukan pemukulan, menginjak, dan bahkan mengeroyok mahasiswa sampai pingsan. Kemudian, sosok pria yang berbadan kekar diduga melakukan pemukulan dengan menggunakan sajam yang dikeluarkan dalam saku celananya. Tidak hanya itu, sosok tersebut bahkan terus mengejar mahasiswa untuk dilakukan pemukulan. Sungguh bengis dan tidak manusiawi.

"Terakhir ia meminta kepada seluruh elemen pemuda dan mahasiswa, bahkan lembaga kepolisian untuk menindak tegas para pelaku kekerasan terhadap aliansi mahasiswa UNRAM tersebut", tutupnya.(*)

Penulis : Muhafid
Editor    : Ahmadiansyah 
×
Berita Terbaru Update