Notification

×

Iklan

Iklan

HMI MPO Komisariat Taman Siswa Bima, Menolak dengan Tegas Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Minggu, 28 Agustus 2022 | Agustus 28, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-28T23:38:16Z

Pengurus Komisariat Stkip Taman Siswa Bima

Kabupaten Bima, SinarNTB.Com - Ketua Umun Himpunan Mahasiswa Islam, Komisariat Stkip Taman Siswa Bima, Al Faruq menyebutkan bahwa pihaknya menolak dengan tegas rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti pertamax, pertalite dan solar.

"Kami melihat kenaikan itu, akan memberatkan masyarakat," beber Al Faruq

Kata dia, dari hasil kajiannya, ia mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga pada sektor ekonomi lainya.

"Kami menolak kenaikan harga BBM untuk saat ini. Kenaikan harga BBM saat ini akan berdampak pada bertambahnya orang miskin dan memburuknya situasi ekonomi akibat inflasi yang tidak terkendali," papar Al Faruq.

Menurutnya, pemerintah harus memperhitungkan dampak transmisi kenaikan harga BBM yang semakin meluas terhadap harga sejumlah barang, kebutuhan bahan pokok dan kebutuhan sekunder.

"Dampak langsung kenaikan BBM adalah kenaikan biaya transportasi, biaya angkut, biaya proses produksi, biaya komponen bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya over head dan biaya lain-lain. Semua kenaikan itu berimplikasi pada kenaikan harga umum atau inflasi," ujar Al Faruq.

Ia lantas menyarankan pemerintah pusat untuk mengkaji ulang terkait rencana menaikkan harga BBM subsidi. Terlebih saat ini, situasi perekonomian masyarakat hari ini tidak sepenuhnya siap dengan kebijakan tersebut.

"Perekonomian Indonesia belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19 dan permasalahan harga bahan pokok yang belum stabil. Jangan sampai rakyat Indonesia semakin menderita dengan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi," tambahnya.

Terhadap ini, Al Faruq lantas mengajak seluruh kader HMI MPO Komisariat Taman Siswa Bima dan seluruh mahasiswa agar bergerak mengawal kepentingan rakyat dan menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.

Ia menambahkan, segera menghentikan pembahasan kebijakan pengurangan subsidi BBM dan mengkaji ulang rencana menaikkan harga BBM, karena jelas semakin memiskinkan nelayan, petani, buruh, maupun masyarakat marjinal.

Selain itu, ia meminta pemerintah mengambil langkah tegas mengatasi defisit anggaran negara, dengan tidak menghilangkan dan merampas hak-hak rakyat.

"Kami, seluruh kader HMI se-Indonesia, pasti siap bergerak demi mengawal kepentingan rakyat dan menolak dengan tegas rencana kenaikan harga BBM bersubsidi," tutupnya.

Penulis : Ahmad Al-Faruq
×
Berita Terbaru Update