Notification

×

Iklan

Iklan

Akademisi: Kedatangan AHY di Bima, untuk Memastikan Dua Kursi DPRD Provinsi NTB

Senin, 01 Januari 2024 | Januari 01, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-01-02T02:55:14Z


Mataram, sinarntb.com - Pada Selasa, (02/01/2024) Kedatangan Agus Harimurti Yudhoyono di Bima, NTB beberapa waktu lalu mengundang perhatian publik. Dari berbagai beranda dan platform media sosial maupun elektronik banyak yang meliputnya.

Berkaitan dengan viralnya berita tersebut, jurnalis sinarntb.com meminta pandangan akademik dari sisi analisis politik dari akademisi di Mataram.

Akademisi Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA), Arif Sofyandi menyebutkan bahwa kehadiran Agus Harimurti Yudhoyono di Bima, NTB merupakan strategi politik partai demokrat untuk mendulang dan memastikan massa di Bima, NTB mendukung partai demokrat.

"Kendati demikian, publik juga tetap akan mengaitkan dengan dukungan AYH atau partai demokrat kepada paslon yang didukungnya di arena kontestasi Pilpres. Atau bahkan ada kader partai demokrat yang akan didukung untuk berkontestasi menjadi kepala daerah mendatang." terang bang Arif.

Ia menjelaskan, namun bagi saya, yang lebih kuat adalah memastikan dua kursi untuk DPRD Dapil VI NTB agar dapat diraih oleh partai demokrat pada kontestasi dan atau perhelatan politik lima tahunan ini.

"Ada dua tokoh politik yang menjadi perhatian publik dalam kontestasi Dapil VI DPRD Provinsi NTB dari kader demokrat. Ialah Hj. Misfalah dan bang Abdul Rauf," terangnya.

Kata dia, secara obyektif, hari ini kita dapat melihat bagaimana paradigma dan dukungan publik terhadap kedua tokoh politik ini. Kalau tidak dimaksimalkan bisa direbut oleh partai lain. Sederhana saja, tinggal partai demokrat memaksimalkan upaya dan sumberdaya partai politik untuk memastikan dua kursi tersebut.

"Kedua tokoh politik ini memang sangat kuat secara tipikal dan karakter. Termasuk daya pikat publiknya," bebernya.

Arif mengatakan, kedua tokoh politik ini sama-sama kuatnya. Selain ibu Hj. Misfalah adalah sebagai kader terbaik demokrat yang pernah mewakili rakyat di Dapil VI. Bang Rauf juga sekarang sebagai Incomebent. Tentu memiliki daya tarik publiknya kuat.

"Dukungan kedua paslon ini merata diberbagai Kecamatan di Dapil VI khususnya Bima dan Kota Bima.Ibu Hj. Misfalah harus belajar banyak dari kelemahan-kelemahan pada kontestasi lalu jika ia ingin memenangkan kontestasi ini. Dan saya pikir sudah dihitung dan dikalkulasi secara matang. Begitupun bang Abdul Rauf harus mampu menenun atau merekrut kembali massa pendukungnya yang sakit hati saat ia menjabat sekarang ini dan tidak sedikit," terangnya.

Arif mengatakan, kalau hanya satu kursi yang didapatkan oleh partai demokrat, pasti ada satu yang diunggulkan. Namun tidak akan disampaikan di ruang publik. Klunya adalah tinggal dilihat dan diukur kerja-kerja politik diantara para kompetitor.

"Pada prinsipnya. Kedua tokoh ini memiliki kans dan peluang besar, tinggal memastikan kerja-kerja politik dan memaksimalkan sumberdaya partai politik. Tentu harus bekerjasama secara konseptual dan terukur. Bukan untuk kepentingan sementara melainkan untuk kepentingan masyarakat banyak," tutupnya.(*)

Penulis : Muhafid
Editor    : Ahmadiansyah
×
Berita Terbaru Update