Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HMI Rayakan Milad ke-79: 79 Tahun Membangun Kemandirian, Meneguhkan Peran Keummatan dan Kebangsaan

Rabu, 04 Februari 2026 | Februari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-05T00:49:58Z


Narasi : M Anhar Ketua Bidang Riset dan Inovasi HMI Cabang Kabupaten Bima
 
Sinarntb.com KABUPATEN BIMA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memperingati hari jadi ke-79 tahun pada 5 Februari 2026, dengan mengangkat tema "79 Tahun Membangun Kemandirian, Meneguhkan Peran Keummatan dan Kebangsaan". Perayaan yang dimulai sejak beberapa hari sebelumnya mencakup berbagai rangkaian aktivitas lintas daerah, yang menyoroti refleksi sejarah dan komitmen masa depan organisasi yang didirikan pada 1947 oleh Lafran Pane dan 14 mahasiswa Sekolah Tinggi Islam lainnya.
 
Dari Lahirnya dalam Rahim Revolusi hingga Masa Kini
 
HMI lahir dari kegelisahan akan dualitas identitas mahasiswa Muslim pada masa revolusi: mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus memurnikan ajaran Islam dari kejumudan. Awal berdirinya, kader HMI harus berjuang dengan membawa buku dan senjata, melawan agresi penjajah serta infiltrasi ideologi yang tidak selaras dengan nilai keislaman dan keindonesiaan. Seiring waktu, tantangan bergeser—dari ancaman eksternal hingga persoalan internal seperti pragmatisme dan kemunduran tradisi intelektual yang menjadi fokus refleksi pada perayaan kali ini.
 
Kemandirian Sebagai Fondasi Perubahan
 
Tema kemandirian diambil sebagai tanggapan atas kondisi yang dianalisis dalam karya Prof. Agussalim Sitompul tentang "44 Indikator Kemunduran HMI". Kemandirian diwujudkan melalui dua pilar utama: ekonomi dan mentalitas. Secara ekonomi, HMI berkomitmen untuk mengembangkan kader menjadi profesional mandiri di berbagai sektor produktif seperti teknologi, ekonomi kreatif, dan bidang ilmu pengetahuan, sehingga tidak lagi bergantung pada patronase eksternal. Secara mentalitas, organisasi mendorong kader untuk berpikir kritis, berani mengkritik kebijakan yang menyimpang, dan menempatkan kebenaran di atas solidaritas kelompok.
 
Meneguhkan Peran bagi Umat dan Bangsa
 
Dalam konteks keummatan, HMI bertekad untuk menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia, seperti kemiskinan, ketertinggalan pendidikan, dan polarisasi. Kader diarahkan untuk menjadi agen pembangunan yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, dalam skala kebangsaan, HMI mempersiapkan generasi muda untuk berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045 dengan menguasai kompetensi masa depan seperti kecerdasan buatan, ekonomi hijau, dan kebijakan publik berbasis data, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
 
Perayaan Milad ke-79 menjadi momen refleksi serta meneguhkan komitmen bersama dari seluruh lapisan kader HMI untuk menjalankan misi organisasi sebagai kekuatan transformatif yang setia pada khittah perjuangan HMI. "79 tahun bukan hanya angka, melainkan bukti bahwa HMI tetap menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa. Kita akan terus berjuang untuk membangun kemandirian dan menjaga peran kita bagi umat dan negara," ujar salah satu pengurus pusat HMI dalam pidatonya.
 
Bahagia HMI, Jayalah HMI. Yakin Usaha Sampai.


Red
×
Berita Terbaru Update