Notification

×

Iklan

Iklan

Konsep Perkaderan HMI di Era Perkembangan Arus Globalisasi

Kamis, 06 Oktober 2022 | Oktober 06, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-07T06:18:18Z


Oleh: Nanang Sofian Putra*

Kabupaten Bima, SinarNTB.Com -Hari ini perkaderan dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) masih terbilang konstan dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Pada era globalisasi, yang di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan sangat pesat, maka dari itu proses perkaderan dalam HMI perlu juga kita kembangkan dengan mengikuti perkembangan zaman seperti melakukan perkaderan secara daring dengan tidak menghilangkan nilai-nilai perkaderan dalam HMI.

Perkembangan arus globalisasi yang terjadi dewasa ini harus dapat disikapi secara kritis oleh seluruh suku bangsa di tanah air, tak terkecuali bagi kader HMI. Langkah itu perlu guna untuk melestarikan nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam Khittah Perjuangan HMI. Mengutip pendapat M. Insya Musa dalam jurnal yang berjudul Dampak Pengaruh Globalisasi Bagi Kehidupan Bangsa Indonesia menyebutkan bahwa salah satu pengaruh globalisasi bagi budaya daerah adalah meningkatnya tatanan nilai sosial budaya di masyarakat. Artinya globalisasi dapat meningkatkan cara hidup manusia, pola hidup manusia termasuk budaya membentuk pola pikir yang maju dan berkembang.

Melihat besarnya pengaruh dan dampak perkembangan arus globalisasi saat ini, maka dipandang perlu perkaderan dalam HMI tidak hanya dilakukan secara luring akan tetapi bisa dilakukan secara daring dengan tidak menghilangkan nilai-nilai perkaderan dalam HMI. Belum lagi bahwa perkembangan dunia hari ini mulai memasuki revolusi industri era 5.0 dan akan masuk ke 6.0, 7.0 dan seterusnya. Maka apa yang menjadi gambaran hari ini merupakan batu pijakan bagi kader HMI untuk meneropong masa depan organisasi, bangsa, dan dunia.

Karena itu, kader HMI tidak boleh berputar pada sistem perkaderan yang parsial tetapi juga harus melaju pada sistem perkaderan universal, artinya menggabungkan keduanya. Boleh saja perkaderan dilakukan secara daring dan boleh juga melakukan secara luring tergantung kondisi, namun pada prinsipnya proses perkaderan HMI tidak boleh berhenti karena komitmen perkaderan harus dijaga sampai mati. Dengan demikian, kedua pola perkaderan ini harus dijadikan sebagai cara untuk mencerdaskan setiap anak bangsa yang berproses di HMI.

Oleh karena itu pola perkaderan seperti ini harus dilakukan oleh seluruh cabang yang ada di Indonesia. Selain untuk menjaga eksistensi HMI, ekosistem HMI, juga akan menjadi media atau sarana untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Khittah Perjuangan kepada seluruh Calon Kader dan Kader HMI di Indonesia. Belum lagi penegasannya sebagai kader HMI dia harus menjadi Khalifah di muka bumi ini, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam Q.S Al-Baqarah (2) : 30.

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".

Menurut M. Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Quran Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat menjelaskan bahwa ayat Sesungguhnya Aku akan mengangkat khalifah di bumi (QS Al-Baqarah 2:30) menginformasikan juga unsur-unsur kekhalifahan sekaligus kewajiban sang khalifah. Unsur-unsur tersebut adalah (1) bumi atau wilayah, (2) khalifah (yang diberi kekuasaan politik atau mandataris), serta (3) hubungan antara pemilik kekuasaan dengan wilayah, dan hubungannya dengan pemberi kekuasaan Allah SWT. Kekhalifahan itu baru dinilai baik apabila sang khalifah memperhatikan hubungan-hubungan tersebut.

Kualitas manusia yang seperti inilah yang harus dibentuk oleh HMI melalui proses perkaderan dalam situasi dan kondisi seperti apapun. Baik keadaan bangsa sedang dalam pandemi atau terpuruk sekalipun HMI harus selalu mengambil bagian untuk menciptakan manusia dengan kualifikasi, Mu’abid, Mujadid, Mujahid, dan Mujtahid sehingga model perkaderan dengan menggunakan dua pola perkaderan ini sangat menunjang untuk menguatkan dan mengokohkan nilai-nilai yang terkandung dalam Khittah Perjuangan bagi Kader HMI di seluruh Cabang yang ada di Indonesia.

*(Penulis adalah Kader HMI-MPO Cabang Mataram)
×
Berita Terbaru Update