Notification

×

Iklan

Iklan

Anggota DPRD Kab. Bima Terpilih Harus Mampu Menghadirkan Kebaruan dalam Penataan Ibu Kota Kabupaten

Selasa, 12 Maret 2024 | Maret 12, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-03-13T08:37:31Z

Kabupaten Bima, sinarntb.com - Beberapa waktu lalu kompetisi pemilu baru saja terlaksana, kaum muda tidak boleh kehilangan arah dalam membangun peradaban manusia namun harus menjadi garda terdepan dalam mendorong pemerintah untuk melakukan perubahan.

Sebab terdapat pikiran-pikiran progresif yang dimiliki oleh kaum muda menjadi satu instrumen dalam meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam maka oleh karena demikian anak muda dalam membentuk intelektual muslim itu terletak pada bagaimana kebiasaan kalangan muda.

Oleh karena itu, di momentum bulan Ramadan ini anak muda tidak boleh kehilangan akal dan cara untuk membangun dan menghidupkan tradisi intelektual dan kenabian. Saya tidak bisa membanyangkan, apa yang menjadi harapan suatu bangsa atau daerah hingga kalangan bawah atau kelompok-kelompok kecil tidak menghidupkan dan membudayakan aktivitas keilmuan, seperti budaya membaca, berdiskusi demi kemajuan bangsa.

Seorang Tokoh Intelektual  Tan Malaka memberikan pesan kepada kaum muda bahwa idealisme itu merupakan kemauan terakhir bagi anak muda. Dalam pandangan saya, sejatinya idealisme kaum intelektual apabila mereka mampu menghidupkan ruang-ruang diskursus, dialektika dalam membicarakan peradaban manusia tanpa mengenal batas ruang dan waktu.

Di Kabupaten Bima hari ini bukan terjadi krisis kaum intelektual tapi daerah sekarang terjadi krisis kesadaran dalam membangun daerah. Banyak intelektual tapi miskin kontribusi untuk semesta. Memprioritaskan kepentingan tapi nihil keadilan.

Dengan demikian, lewat kesempatan ini, kaum muda harus tetap selalu senantiasa merawa tradisi-tradisi intelektual. Ketika sudah diakumulasi pikiran-pikiran yang lahir dari intelektual tersebut maka pikiran itulah yang akan ditransformasikan terhadap pemerintah daerah agar bagaimana pemerintah daerah sadar akan hak dan kewajibanya.

Pasalnya, tanggung jawabnya adalah rakyat yang ada di Kabupaten Bima karena rakyat adalah merupakan tanggung jawab moral dan konstitusional yang harus dipenuhi dengan sebaik-baiknya.

Sebagai seorang pemuda yang terlahir di Bima, apakah iya, daerah tetap terus seperti ini dalam pembangunan daerah, apakah ada perkembangan yang signifikan? Kabupaten Bima terletak di Ibu Kota Kabupaten saja tidak mampu tertata dengan rapi. Identifikasi saya, hal tersebut diakibatkan oleh kesadaran pemerintah daerah dalam membangun daerah.

Selanjutnya, Pemerintah Daerah tidak mampu menatap dan melihat peluang bahwa proses perpindahan seluruh instansi yang ada di kota ke wilayah kabupaten, ternyata itu merupakan proses perkembangan ekonomi yang begitu pesat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bima. Ketika semua instansi masih ada di wilayah Kota Bima maka selama itu juga keuntungan ekonomi dan sosial capital bagi Pemerintah Kota Bima. Terjadi pengembangan ekonomi yang melesat atas adanya instansi-instansi yang ada di Wilayah Kota Bima namun hak kepemilikan Kabupaten Bima.

Jika hal tersebut masih terus dilakukan, saya berpendapat bahwa implementasi tersebut merupakan pemikiran yang mundur sekaligus tidak bisa memandang masa depan. Karena itu, pemerintah daerah harus segera mengambil keputusan demi kemajuan daerah dan warga masyarakatnya.

Oleh karena itu, kaum muda bertitik pesan dan memiliki harapan besar kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Bima. Lebih khusus di Wilayah Dapil 1. Ada bang M. Ayattullah Ilham, bang Irwan, bang Firdaus dan yang lainnya agar mampu memberikan pikiran-pikiran yang progresif dan mendobrak kebaharuan dalam penataan Ibu Kota Kabupaten dan mampu memaksimalkan potensi pemuda dan masyarakat dalam membangun peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

*Penulis: Indra Darmawansyah
×
Berita Terbaru Update