Notification

×

Iklan

Iklan

Solusi Khittah Perjuangan Sebagai Basis Gerakan Sosial (III)

Jumat, 03 Februari 2023 | Februari 03, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-02-28T00:31:00Z


Kabupaten Bima, Sinarntb.com - Dari pelbagai penjelasan di atas bahwa khittah perjuangan dapat dijadikan sebagai basis gerakan sosial agar tidak hanya kader HMI tetapi seluruh rakyat indonesia menjadi insan ulil albab yang di dalam dirinya memiliki kriteria mu’abbid (senantiasa beribadah), mujahid (pejuang di jalan Allah) mujtahid (pemikir yang bersungguh-sungguh) dan mujadid (pembaharu).

Sangat istimewa misalnya, seluruh warga indonesia mengerti, memahami dan menerapkan khittah perjuagan sebagai gerakan sosial maka tidak ada identitas lain yang melekat pada diri setiap orang kecuali mengabdi, tunduk, taat dan patuh kepada Allah. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan “Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk mengabdi kepadaku,” (QS.Az-Zariyat : 56).

Tidak bisa saya bayangkan apabila seluruh masyarakat di Indonesia bahkan seluruh makhluk di alam semesta menerapkan khittah perjuangan sebagai basis gerakan sosial, maka pada skala diri mereka akan menjadi insan yang kamil, atau insan yang bertakwa kepada Allah SWT yang memiliki identitas diri.

Allah SWT berfirman dalam qur’annya, “Dan bersegeralah memohon ampun dan pertolongan dari Allah SWT dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang yang berinfak, baik di waktu sempit ataupun lapang, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baikan,” (QS. Ali Imran 133-134).

Sementara, pada tatanan sosial tidak bisa saya bayangkan bagaimana mengalir dan konsistennya rahmat Allah yang akan diberikan kepada bangsa ini dan atau seluruh alam semesta, apabila menjadikan khittah sebagai basis gerakan sosial.

Pemimpin menjadi memimpin yang adil, rakyat menjadi rakyat yang megutamakan asas keadilan, kesetaraan, kebersamaan, saling menghargai dan menghormati, hingga puncaknya adalah kebahagiaan bagi semua. Allah berfirman dalam qur’annya “Dan apabila sekelompok negeri beriman dan bertakwa (sholat, zakat, puasa, mengaji, saling tolong menolong) kepada Allah. Maka Allah akan menghadirkan rahmat dari langit dan dari bumi, (Qs. Al-Araf : 96).

Sehingga, dari gagasan tersebut dapat mewujudkan tatanan masyarakat yang baldhatun thayyibatun wa rabbun ghafur yakni masyarakat arif yang di ridhai oleh Allah SWT.(*)

Penulis : Nur Hikmah Ahmad

(*Penulis adalah Kader HMI Cabang Bima, Komisariat Stikes Yahya Bima)

**Tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis, dan bukan dari tanggung jawab dari tim redaksi media SinarNTB.com
×
Berita Terbaru Update