Notification

×

Iklan

Iklan

Aktivis Wajib Melawan Kedzoliman

Selasa, 30 Agustus 2022 | Agustus 30, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-30T12:21:14Z

Dokumen pribadi Indra Darmawansyah

SinarNTB.Com - MANUSIA diberikan masing-masing tugas dan tanggung jawab di alam semesta ini sebagai khalifah (pemimpin). Kalau ia sebagai khalifah berarti ia bertanggung jawab menjaga diri, keluarga dan lingkungan sosialnya.

Ketika ada kedzoliman dan kemungkaran yang terjadi maka ia harus melawan dengan menggunakan akal dan tangannya agar tidak terjadi kedzoliman yang semakin membesar.

Oleh karena demikian, jangan pernah merasa puas dengan keadaanmu yang berada di zona nyaman. Temukan setiap kedzoliman yang ada dan segera selesaikan urusan itu.

Lebih dari itu, seorang khalifah dan atau aktivis harus mampu mendidik generasinya dengan cara-cara yang baik. Bukan dengan cara yang menjerumuskan mereka dalam logika falasi yang berujung pada kesalahan berfikir.

Tetapi hari ini, banyak juga ditemukan kemungkaran di lembaga-lembaga pemerintah, karena itu, para aktivis dan atau yang mengaku dirinya sebagai khalifah harus bersuara. Jangan tinggal diam jika tidak ingin berada pada kesesatan yang sama.

Disisi lain, jika tidak bersuara maka akan ditanya tentang perbuatan dzolim tersebut kepada dirimu bahka jika engkau membiarkan berarti ada pada lembah yang sama.

Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khatab menulis surat kepada bawahannya, yaitu Abu Musa Al-Asy'ary dan mengatakan, ''Sesungguhnya wakil yang paling berbahagia adalah wakil yang rakyatnya merasa bahagia. Sesungguhnya wakil yang paling celaka adalah wakil yang rakyatnya dalam keadaan paling sengsara. 

Dari riwayat tersebut menjelaskan bahwa kebahagiaan tertinggi bagi seorang pemimpin adalah ketika rakyatnya merasakan kebahagiaan dan kesengsaraan seorang pemimpin adalah terletak pada kesengsaraan rakyatnya. Pahami dan resapilah.

Ada sebuah karikatur yang menerangkan bahwa sesungguhnya bawahanmu akan mengikuti perilakumu. Perumpamaannya adalah seperti binatang melihat rumput hijau, kemudian memakannya dalam jumlah banyak hingga gemuk. Ternyata kegemukannya membawa kemalangan karena hal itu membuat ia disembelih dan dimakan manusia,''.

Filosofi tersebut mengajarkan kepada kita semua bahwa hidup bukan sekadar hidup. Karena babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja jangan sekadar bekerja, karena kera juga bekerja.

Tetapi hiduplah dengan membawa pesan cinta dan kedamaian dalam membela kebenaran. Karena demikian, katakanlah yang hak adalah hak dan yang batil adalah batil sebab tidak ada kesungguhan yang dijajikan Tuhan kecuali yang hak akan mendapatkan kemenangan yang hakiki dan yang batil pasti akan hina dina dengan kekalahannya(*)


Penulis : Indra Darmawansyah

(Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam)
×
Berita Terbaru Update